Website Logo
Berita

LPPM Unimal Gelar Seminar Nasional KEK Lhokseumawe

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, menggelar Seminar Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dalam rangka Dies Natalies Unimal, yang berlangsung di Gedung Goor Acc, Cunda Lhokseumawe, Kamis 7 September 2017.

Kegiatan seminar itu digelar dalam rangka menyambut dengan akan beroperasi KEK Arun di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara dalam waktu dekat ini. Seminar tersebut dengan mengusung tema “Kek Arun Tantangan dan Harapan”.

Kegiatan tersebut turut diikuti 500 peserta dari berbagai kalangan baik SKPK Pemerintah Aceh Utara dan Lhokseumawe, akademisi, mahasiswa Universitas Malikussaleh, IAIN Lhokseumawe dan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Sedangkan yang menjadi pemateri yaitu Eno Suharto Pranoto, M. Nasir Djamil, Bambang Eka C, Prof. Dr. Irwan Abdullah, Dr. Amrizal J. Prang, Muchsin, Achmad Fadhel, Elia Massa Manik, Drs. Azhari Hasan, Drs. Husman Hamid, dan Ichsan, ST. M.PPM. Ph.D.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unimal, Yulius Dharma, S.Ag., M.Si, mengatakan, seminar tersebut sudah direncanakan sejak satu tahun lalu, namun baru kali ini terlaksanakan.

Yulius menambahkan, dulu Kota Lhokseumawe disebut sebagai kota petro dolar, namun sejak tahun 2000-an, perekonomian masyarakat daerah tersebut semakin menurun, lantaran gas di PT Arun semakin habis. Bahkan PT KKA dan Exxon Mobil pun tidak beroperasi lagi.

“Sehingga daya beli masyarakat menurun, inflasi terus meningkat. Sedangkan investasi tidak ada,” ungkat Yulius Dharma.

Untuk itu, dengan adanya KEK Arun, tentu akan menurun jumlah pengangguran di Aceh,
dikarenakan KEK Arun akan menampung sekitar 30.000 hingga 40.000 tenaga kerja di perusahaan tersebut.

“Jika hal itu belum kita persiapkan, maka akan terjadi seperti PT Arun, jangan sampai hal serupa terjadi kembali di saat perekrutan tenaga kerja. Banyak dari luar daerah yang diterima bekerja ditempat tersebut,” ujarnya.

Maka semua komponen baik dari Pemerintah Aceh, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, bahkan semua stakeholder dari DPRK dan DPRA untuk mengetahui apa itu sebenarnya KEK Arun.

Sementara itu, tiga konsorsium dari PT PIM, PT Pertamina dan PT Pelindo juga turut hadir dalam kesempatan tersebut dan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan. Sehingga pemerintah dapat mempersiapkannya, demi perekonomian masyarakat dapat tumbuh kembali.


Pencarian

Kabar Terkini

Style Switcher