Website Logo
Berita

Kuliah Tamu Bersama Dr.Eng. Mochamad Donny Koerniawan ST, MT

Kuliah Tamu Bersama Dr.Eng. Mochamad Donny Koerniawan ST, MT dengan Tema “Kenyamanan Termal Pada Bangunan”

Fakultas Teknik melalui Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh kembali mengadakan kuliah tamu pada 02 April 2018 di Aula Program Studi Arsitektur. Kuliah Tamu ini mengangkat tema “Kenyamanan Termal Pada Bangunan” Acara yang diselenggarakan Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh  ini mengundang Dr.Eng. Mochamad Donny Koerniawan ST, MT sebagai narasumber. Beliau merupakan Dosen Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan di Institut Teknologi Bandung. beliau menamatkan pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta kemudian melanjutkan pendidkan Master  di Institut Teknologi Bandung, serta memperoleh gelar Doctor of  Engineering (Dr.Eng.), di The University Of Kitakyushu Jepang.

Kegiatan dimulai jam 09.00 pagi dengan pembacaan Ayat Suci Alqur’an , acara tersebut dihadiri sekitar 110  Mahasiswa Program Studi Arsitektur, dalam pemaparannya Dr.Eng. Mochamad Donny Koerniawan ST, MT mengatakan selain mendesain bangunan agar terlihat indah kita juga harus memperhatikan faktor kenyamanan termal dalam mendesain sebuah bangunan karena di daerah tropis lebih di butuhkan pendinginan bangunan. Ashere (1989) Mendifinisikan kenyamana thermal sebagai suatu pemikiran dimana kepuasan didapati Dari kondisi thermal, oleh karena itu kenyamanan adalah suatu pemikiran mengenai persamaan empiric. Meski dugunakan untuk mengartikan tanggapan tubuh, kenyamanan thermal merupakan kepuasan yang dialami oleh manusia yang menerima suatu keadaan thermal, keadaan ini alami baik secara sadar maupun tidak sadar. Ada beberapa aspek yang dapat mempengaruhi kenyamanan termal, yaitu: Suhu udara, Kelembaban udara, Kecepatan aliran angin, Radiasi matahari, Keempat aspek tersebut adalah aspek lingkungan, terdapat aspek lain yang merupakan aspek manusia yaitu: Aktivitas manusia, dan Pakaian.

Dr.Eng. Mochamad Donny Koerniawan ST, MT menambahkan Untuk dapat mencapai kenyamanan termal maka diperlukan pengondisian udara yang baik. Pengondisian udara ini bisa secara alami atau buatan. Pengondisian udara atau penghawaan secara alami dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti Bukaan jendela atau ventilasi yang baik, Perancangan elemen pembayang pada jendela, dan Pemilihan material bangunan.”di Indonesia menurut penelitian saya kenyamanan termal orang indonesia di antara 23 derajat celcius sampai 26 derajat celcius dengan kelembaban di antara 55 sampai 75 persen”, tambahnya.

pada akhir sesi peserta kuliah tamu juga di berikan waktu untuk bertanya dengan narasumber. Setelah prosesi diskusi dan tanya jawab selesai acara di tutup dengan pembacaan Do’a.


Pencarian

Kabar Terkini

Style Switcher